CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASDUNIA

Raja Yordania Tolak Rencana Trump Pindahkan Warga Gaza

pri
12 Februari 2025
Raja Yordania Tolak Rencana Trump Pindahkan Warga Gaza

Foto: Raja Abdullah II, Yordania (File REUTERS)

Share on FacebookShare on Twitter

WWW.PASJABAR.COM — Raja Yordania Abdullah II dengan tegas menolak rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang ingin memindahkan warga Palestina secara permanen ke negara-negara tetangga, termasuk Yordania. Pernyataan ini mempertegas posisi Yordania yang tetap berpegang pada prinsip mempertahankan hak rakyat Palestina atas tanah mereka.

Yordania Bersikap Tegas: Tak Akan Terima Pengungsi Palestina

Dalam pertemuannya dengan Trump di Gedung Putih pada Selasa waktu setempat, Raja Abdullah II menegaskan bahwa negaranya menolak setiap upaya pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza maupun Tepi Barat.

“Ini adalah posisi Arab yang bersatu,” ujar Raja Abdullah II melalui akun resminya di X, seperti dikutip Rabu (12/2/2025).

Menurutnya, fokus utama saat ini adalah membangun kembali Gaza tanpa harus memindahkan penduduknya, sekaligus mengatasi situasi kemanusiaan yang semakin memburuk.

Baca juga:   FIFA Bersama Dewan Perdamaian Siapkan Proyek Sepak Bola untuk Gaza

Posisi Raja Abdullah II ini cukup sensitif mengingat Yordania telah menampung lebih dari 2 juta pengungsi Palestina dari total populasi 11 juta jiwa.

Isu hak kembali warga Palestina ke tanah air mereka yang ditinggalkan akibat konflik sejak 1948 juga menjadi perdebatan panjang di kawasan.

Trump Yakin Yordania dan Mesir Akan Menuruti Kemauannya

Sementara itu, Trump tetap yakin bahwa Yordania dan Mesir akan menerima rencananya.

Trump bahkan mengancam akan menahan bantuan ekonomi dan militer bagi kedua negara jika mereka menolak bekerja sama.

“Saya yakin kita akan memiliki sebidang tanah di Yordania. Saya yakin kita akan memiliki sebidang tanah di Mesir,” ujar Trump.

Baca juga:   Tim Indonesia Juara Kompetisi Build Minecraft Global MrBeast

“Kita mungkin memiliki tempat lain, tetapi saya pikir ketika kita menyelesaikan pembicaraan, kita akan memiliki tempat di mana mereka akan hidup dengan sangat bahagia dan sangat aman.”

Trump juga menekankan bahwa AS telah memberikan banyak bantuan kepada Yordania dan Mesir.

Sehingga ia berharap kedua negara bersedia menerima warga Palestina sebagai bagian dari rencananya untuk Jalur Gaza pascakonflik.

Mesir Ajukan Rencana Alternatif untuk Gaza

Di tengah tekanan dari AS, Mesir mengumumkan rencana alternatif.

Rencana alternatif itu menegaskan bahwa warga Palestina tetap harus tinggal di tanah mereka sendiri.

“Mesir berharap dapat bekerja sama dengan pemerintahan Trump dalam mencapai penyelesaian yang adil untuk masalah Palestina.”

Baca juga:   30 Juli Memperingati Hari Apa? Ini Daftar Peringatan Nasional dan Dunia

demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Mesir, dikutip AFP.

Rencana Mesir mencakup rekonstruksi Gaza secara komprehensif tanpa menggusur warganya.

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi juga menegaskan bahwa upaya pembangunan kembali Gaza harus dilakukan dengan cara yang menjamin hak-hak rakyat Palestina tetap terjaga.

Selama panggilan telepon dengan Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen, Sisi menegaskan kembali sikapnya bahwa rekonstruksi Gaza harus berlangsung tanpa adanya pemindahan paksa terhadap warga Palestina.

Sikap Yordania dan Mesir yang menolak rencana Trump ini memperlihatkan adanya perpecahan dalam cara menangani konflik Gaza pascagencatan senjata.

Ke depannya, tekanan politik dan diplomatik di kawasan Timur Tengah kemungkinan akan semakin meningkat, terutama terkait nasib warga Palestina dan masa depan Gaza.

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Abdullah IIdonald trumpgazaRaja Yordania


Related Posts

Foto: Matthias Balk/dpa (Photo by Matthias Balk/picture alliance via Getty Images
HEADLINE

Lobi Utusan Trump Paolo Zampolli: Italia Berpeluang Gantikan Iran di Piala Dunia 2026, Ini 3 Alasan Utamanya

29 April 2026
Foto: Anadolu via Getty Images/Anadolu
HEADLINE

Iran Terancam Absen di Piala Dunia 2026, Mehdi Taj Kritik Kondisi Tuan Rumah Amerika Serikat

12 Maret 2026
Mojtaba Khamenei (dok. AFP)
HEADLINE

Profil Mojtaba Khamenei: “Penjaga Gerbang” Teheran yang Kini Menjadi Pemimpin Tertinggi Iran

9 Maret 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.