TEHERAN, WWW.PASJABAR.COM – Keikutsertaan Tim Nasional Iran atau yang akrab dijuluki Team Melli di ajang Piala Dunia 2026 kini berada di ujung tanduk. Presiden Federasi Sepakbola Iran, Mehdi Taj, melontarkan pernyataan keras yang mengisyaratkan kemungkinan mundurnya Iran dari turnamen sepakbola terbesar sejagat tersebut.
Kritik Mehdi Taj Terhadap Tuan Rumah
Dalam wawancaranya dengan stasiun televisi negara Iran, Taj menyoroti kondisi geopolitik yang sangat tidak ideal. Hubungan antara Iran dan salah satu tuan rumah utama, Amerika Serikat, mencapai titik nadir setelah eskalasi perang yang mengakibatkan gugurnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
“Jika Piala Dunia digelar dalam kondisi seperti ini, siapa yang waras akan mengirim tim nasionalnya ke tempat seperti ini?” ujar Mehdi Taj dengan nada retoris.
Pernyataan ini merujuk pada kekhawatiran keamanan dan martabat nasional Iran jika harus mengirim atlet mereka ke wilayah negara yang sedang berkonflik secara militer dengan mereka.
Status Kelolosan dan Respons AS
Secara teknis, Iran telah mengamankan tiket ke putaran final sebelum konflik memuncak. Berdasarkan hasil undian Desember lalu, Mehdi Taremi dan kawan-kawan tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.
Menanggapi ketidakpastian ini, Presiden AS Donald Trump menunjukkan sikap dingin. Trump menyatakan tidak keberatan dan tidak peduli jika Iran memilih untuk menarik diri dari turnamen. Sikap ini semakin memperkecil ruang diplomasi olahraga di antara kedua negara.
Sikap FIFA: Berharap Skuad Tetap Utuh
Di sisi lain, badan sepakbola dunia FIFA masih berupaya agar turnamen tetap berjalan sesuai rencana tanpa adanya perubahan peserta.
Sekjen FIFA, Mattias Grafstrom, menegaskan bahwa hingga saat ini daftar peserta masih merujuk pada hasil undian resmi.
Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah Iran. Jika Iran benar-benar mundur, FIFA akan dihadapkan pada masalah pelik terkait tim pengganti dari zona Asia (AFC) dan pengaturan ulang jadwal di Grup G.







