CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Ngabuburit dengan Lori Tradisional di Kampung Pasir Tarasi

Uby
14 Maret 2025
Kampung Pasir Tarasi

Ada yang unik di Kampung Pasir Tarasi, Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, yakni wahana lori tradisional. (foto: uby/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Ada yang unik di Kampung Pasir Tarasi, Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat.

Untuk mengurangi ketergantungan anak-anak terhadap gadget, terutama di bulan Ramadan, warga setempat menciptakan permainan klasik berupa lori tradisional.

Wahana sederhana di Kampung Pasir Tarasi ini menjadi alternatif hiburan seru untuk ngabuburit sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Saat menaiki lori, anak-anak tampak meluncur bebas dengan penuh tawa. Meski ada yang awalnya takut, setelah mencoba, mereka justru ketagihan.

Baca juga:   KAI Daop 2 Bandung Larang Ngabuburit di Jalur Rel Kereta

Dini, salah seorang anak, mengaku sangat senang bisa bermain lori bersama teman-temannya.

“Awalnya takut, tapi seru banget! Jadi pengen main lagi,” ujar Dini.

Lori tradisional ini dibuat dari batang pohon aren yang dirancang menyerupai kereta luncur tanpa roda.

Rel dan papan seluncurnya juga dibuat dari bahan alami, seperti bambu dan kayu aren. Agar meluncur lebih cepat, lori dipasang di lereng atau diberi pelumas dari minyak bekas.

Baca juga:   Unpas Raih Penghargaan PTS Informatif di Jabar

Permainan ini merupakan inisiatif Karang Taruna Desa Cijambu, yang ingin mengenalkan kembali permainan tradisional kepada anak-anak.

Selain lori, mereka juga menyediakan permainan tarik upih. Yang menggunakan pelepah daun pinang atau kelapa sebagai alat seluncur.

Ketua Karang Taruna Unit 3 Desa Cijambu, Iwan Ridwan, berharap permainan tradisional ini bisa tetap lestari.

“Kami ingin anak-anak lebih banyak bermain di luar dan mengenal budaya sendiri, tidak hanya sibuk dengan gadget,” ungkapnya.

Baca juga:   Pewarta Bandung Gelar Ngabuburit Bersama dengan Anak Yatim

Antusiasme anak-anak terhadap permainan ini cukup tinggi. Dari jenjang PAUD hingga SMA, mereka berbondong-bondong mencoba permainan ini secara gratis.

Keceriaan yang terpancar dari wajah mereka menunjukkan bahwa permainan tradisional masih memiliki tempat di hati generasi muda. (uby)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: Kampung Pasir Tarasilori tradisionalngabuburit


Related Posts

ngabuburit
HEADLINE

KAI Daop 2 Bandung Larang Ngabuburit di Jalur Rel Kereta

25 Februari 2026
Masjid Al Irsyad yang Unik Banyak Dikunjungi Warga untuk Ngabuburit
PASBANDUNG

Masjid Al Irsyad yang Unik Banyak Dikunjungi Warga untuk Ngabuburit

21 Maret 2024
Pewarta Bandung Gelar Ngabuburit Bersama dengan Anak Yatim
PASBANDUNG

Pewarta Bandung Gelar Ngabuburit Bersama dengan Anak Yatim

14 April 2023

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.