CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 11 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

Bedah Kolektor Buku Mengungkap Makna Eskapisme dalam Literasi

Tiwi Kasavela
25 Maret 2025
Bedah Kolektor Buku Mengungkap Makna Eskapisme dalam Literasi

Bedah Kolektor Buku: Kenapa Buku Menjadi Eskapisme Saya? yang diselenggarakan oleh Sindikasi Aksara melalui siaran langsung Instagram, Sabtu (22/3/2025). (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM– Di era digital yang serba cepat, buku tetap menjadi ruang perlindungan bagi banyak orang. Tidak sekadar sumber informasi, tetapi juga tempat bersembunyi dari realitas yang melelahkan sekaligus alat untuk melawan narasi yang ingin dihapus.

Inilah yang menjadi pokok pembahasan dalam acara Bedah Kolektor Buku: Kenapa Buku Menjadi Eskapisme Saya? yang diselenggarakan oleh Sindikasi Aksara melalui siaran langsung Instagram, Sabtu (22/3/2025).

Diskusi ini dipandu oleh Indra Wardhana, pendiri Dr. Long Book Free Library sekaligus salah satu inisiator Sindikasi Aksara. Acara ini menghadirkan dua narasumber utama: Suci Atmarani, pegiat literasi yang fokus pada feminisme dan sastra klasik, serta Ranti Amalia Putri, seorang editor yang aktif dalam komunitas literasi dan mengoleksi buku lintas genre. Mereka berbagi pengalaman tentang bagaimana buku telah menjadi lebih dari sekadar hobi, tetapi juga medium perlawanan terhadap lupa dan penindasan.

Baca juga:   Idhar Resmadi : Jurnalisme Musik adalah Arsip Perjalanan Musik Kita

Suci Atmarani berbicara tentang bagaimana buku menjadi ruang eskapis bagi mereka yang mencari pemahaman lebih dalam tentang identitas dan ketidakadilan sosial.

“Ketika realitas terasa menekan, buku menjadi tempat kita bersembunyi sekaligus mengasah pemikiran kritis,” ujarnya.

Sementara itu, Ranti Amalia Putri berbagi pengalamannya mengoleksi buku lintas genre, dari sastra hingga filsafat dan sains. Ia menekankan bahwa membaca adalah cara untuk melihat dunia dengan lebih luas, termasuk memahami sistem yang mengatur kehidupan kita.

Baca juga:   Bukan Infrastruktur Ini Keluhan Warga Bandung Sekarang

“Membaca bukan hanya untuk lari dari kenyataan, tapi juga untuk memahami realitas dengan cara yang lebih tajam,” ungkapnya.

Indra Wardhana sebagai moderator membawa diskusi ke arah refleksi yang lebih dalam, mengajak para peserta untuk melihat bagaimana pilihan bacaan bisa mencerminkan kegelisahan dan harapan seseorang terhadap dunia. Interaksi peserta melalui komentar di siaran langsung menunjukkan bahwa banyak orang merasakan hal serupa: buku bukan sekadar hiburan, tetapi juga alat untuk memahami dan melawan dunia yang sering kali tidak adil.

Baca juga:   Kamisan Aksara #15: Merayakan Dua Windu Pijar Literasi Sunda

Bedah Kolektor Buku kali ini tidak hanya mengupas rak-rak buku para kolektor, tetapi juga membuka kesadaran bahwa literasi adalah bentuk perlawanan.

Bagi yang ketinggalan diskusi, Sindikasi Aksara mengunggah rekaman acara ini di platform @sindikasi.aksara. Ke depannya, komunitas ini juga akan terus mengadakan diskusi seputar literasi dan peran buku dalam membentuk pemikiran kritis.

Karena pada akhirnya, membaca bukan hanya tentang memahami dunia, tetapi juga tentang mengubahnya. (tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Tiwi Kasavela
Tags: Bedah Kolektor Bukusindikasi aksara


Related Posts

Kamisan Aksara Bedah Misteri Bandoengsch Villapark dalam Buku Karya Karguna Purnama Harya
PASJABAR

Kamisan Aksara Bedah Misteri Bandoengsch Villapark dalam Buku Karya Karguna Purnama Harya

24 Desember 2025
Kamisan Aksara Bedah Buku “Baroe Adjak”, Ungkap Sejarah Tua Kawasan Lembang
PASJABAR

Kamisan Aksara Bedah Buku “Baroe Adjak”, Ungkap Sejarah Tua Kawasan Lembang

18 Desember 2025
Oxford 1836 dan Babel: Refleksi Sosial Lewat Fiksi RF Kuang
PASKREATIF

Oxford 1836 dan Babel: Refleksi Sosial Lewat Fiksi RF Kuang

9 Desember 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.