BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengoperasikan mobil pemantauan frekuensi yang berfungsi selama 24 jam sehari guna memastikan layanan telekomunikasi tetap berjalan lancar selama Lebaran 2025.
Ketua Tim Monitoring Spektrum Frekuensi Radio (SFR) dan Alat Perangkat Telekomunikasi (APT) Balai Monitoring Jakarta Kemkomdigi, Adit, menjelaskan bahwa mobil ini memiliki dua fungsi utama.
Yaitu memantau spektrum frekuensi serta menindaklanjuti gangguan frekuensi radio pada layanan komunikasi di fasilitas publik.
“Jadi untuk fungsi monitoring frekuensi, dia (mobil pemantauan frekuensi) bisa memonitor semua fungsi frekuensi. Pada saat pengamanan selama berjalannya posko Lebaran,” kata Adit saat ditemui di Posko Siaga Mudik Kemkomdigi di Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (25/3/2025), dilansir dari Antara.
Cara Kerja Mobil Pemantauan Frekuensi
Mobil ini akan menangkap berbagai sinyal yang beredar di sekitarnya. Dan memastikan bahwa sinyal yang diterima berjalan normal tanpa mengganggu frekuensi lainnya.
Selain itu, kendaraan ini juga bertugas menerima laporan gangguan pada frekuensi radio yang digunakan di fasilitas publik.
Adit mencontohkan, di stasiun kereta, komunikasi biasanya menggunakan frekuensi radio khusus.
Jika ditemukan gangguan, maka petugas di stasiun dapat meminta pengecekan khusus melalui mobil pemantauan frekuensi. Untuk mencari tahu penyebab masalah dan membantu penyelesaiannya lebih cepat.
Operasi Mobil Pemantauan Frekuensi di Jabodebek
Selama periode 26 Maret – 8 April 2025, Balai Monitoring Jakarta Kemkomdigi mengoperasikan delapan kendaraan pemantauan frekuensi di wilayah Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi).
Dengan dua di antaranya dilengkapi telescopic antena receiver, sementara enam lainnya merupakan alat pemantauan portabel.
Beberapa lokasi yang menjadi target pemantauan meliputi:
- Stasiun Kereta Gambir
- Stasiun Pasar Senen
- Bandara Halim Perdanakusuma
- Terminal Bekasi
- Terminal Pulogebang
- Terminal Kampung Rambutan
- Kantor BMKG
- Pelabuhan Tanjung Priok
Kemkomdigi juga mengerahkan 1.500 personel yang bertugas di 386 posko siaga guna memastikan layanan telekomunikasi tetap optimal di jalur mudik.
Selain itu, 29 kendaraan pemantauan layanan telekomunikasi juga dikerahkan untuk menangani spektrum frekuensi maupun aduan layanan masyarakat.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap dapat menikmati layanan komunikasi yang stabil. Selama periode mudik dan perayaan Lebaran 2025. (han)







