
Oleh: Prof. Dr. H. Ali Anwar, M.Si., Ketua Bidang Agama Paguyuban Pasundan (Faktor Penentu Keberhasilan Komunikasi dalam buku Wawasan Islam)
WWW.PASJABAR.COM – Komunikasi sebagai proses menyampaikan pesan sangat ditentukan oleh efektivitas penggunaan unsur-unsur yang terlibat dalam proses komunikasi itu. Di samping unsur-unsur komunikasi sebagaimana yang telah disebutkan pada bagian yang lalu, efektivitas komunikasi ditentukan pula oleh ada dan tiadanya iklim yang melingkupi proses terjadinya komunikasi.
Yang dimaksud dengan iklim dalam komunikasi adalah suasana yang diciptakan dan memberikan pengaruh terhadap sampainya pesan yang dikomunikasikan. Iklim komunikasi ini dapat dibuat dan dikendalikan oleh penyampai pesan.
Faktor-faktor yang perlu ditata dalam menciptakan iklim atau nuansa komunikasi adalah bahasa, isyarat, lingkungan fisik, psikologi, dan budaya.
- Aspek Bahasa
Aspek bahasa adalah kata-kata yang digunakan untuk menyampaikan pesan, yaitu kata-kata yang dipahami oleh penerima pesan. Kata-kata yang dimaksud adalah ungkapan yang biasa digunakan dan dapat dipahami maksudnya, bukan kata-kata yang asing bagi penerima pesan. Oleh karena itu, antara penyampai dan penerima pesan, harus ada kesetaraan medan pengalaman (field experience).
- Aspek Isyarat
Aspek isyarat dalam komunikasi adalah cara mengungkapkan pesan dengan menyertakan penguatan dalam bentuk isyarat fisik, seperti mimik, gerak tangan, dan sebagainya sehingga pesan yang disampaikan dapat lebih dipahami.
- Lingkungan Fisik
Lingkungan fisik adalah lingkungan tempat komunikasi berlangsung, seperti bangunan, alam, dan sebagainya. Menyampaikan pcsan dalam ruangan akan berbeda dengan dalam ruangan atau lapangan. Demikian pula, menyampaikan di hadapan orang banyak dibandingkan dengan di hadapan satu atau dua orang.
- Kondisi Psikologis
Kondisi psikologis adalah keadaan psikis yang terjadi pada penerima pesan ketika proscs komunikasi terjadi. Kondisi ini tidak hanya apa yang sedang terjadi secara alamiah, tetapi dapat pula diciptakan olch orang yang menyampaikan pesan. Penciptaan kondisi psikologi dapat diolah oleh penyampai pesan dengan memberi pengaruh yang bersifat emosional, seperti keharuan, kesedihan, dan sebagainya, sesuai dengan tema pesan.
Keberhasilan Komunikasi
Keberhasilan komunikasi tersebut banyak dicapai oleh bentuk komunikasi sosial karena komunasi sosial berbeda dengan komunikasi media pada umumnya. Komunikasi sosial bersifat langsung dan dapat membuat perubahan-perubahan sosial. Nabi Muhammad SAW. dipandang sebagai tokoh komunikasi sosial. Sejarah membuktikan bahwa dalam waktu relatif singkat, beliau mampu mengomunikasikan firmanfirman Allah dan mengadakan perubahan sistem sosial masyarakatnya.
Dalam Al-Quran, nilai-nilai komunikasi sosial ini banyak dimuat. Bahkan, hampir semua ayatnya mengarah pada bentuk komunikasi sosial dengan tujuan adanya perubahan, baik secara individual maupun sosial. Hal imi dapat dilihat dalam perintah-perintah yang terdapat di Al-Ouran tidak hanya ditujukan kepada seseorang, tetapi kepada banyak orang dengan menggunakan kata jamak (plural), seperti kamu sekalian atau mereka, yang diharapkan dapat terjadi perubahan sosial masyarakat. Hal ini pula yang mengefektifkan komunikasi Nabi dengan para sahabatnya. Beliau mampu berkomunikasi secara efektif sehingga orang-orang yang mendengarkan beliau, menjadi tertarik dan terpengaruh untuk mengikuti ajarannya.
Komunikasi sosial yang dilakukan oleh Nabi tidak hanya menggunakan bahasa sebagai alat, tetapi juga tindakan. Bahkan, diamnya beliau pun menjadi bagian dari alat komunikasi. Penggunaan alat komunjkasi sosial yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. mengisyaratkan betapa beliau memiliki kemampuan yang luar bi4sa lalam perkomunikasi , Hal ini tidak hanya dipahami karena beliau dituntun oleh petunjuk Allah, tetapi lebih Janjut dapat dipelajari sebagay kemampuan Nabi dalam berkomunikasi.
Hadis-hadis Nabi pada dasarnya merupakan bentuk komunikasi sosial antara Nabi dengan para sahabatnya yang dicatat secara lengkap Komunikasi Nabi melalui ucapan ini dicatat sebagai hadis qauliyah atau komunikasi melalui ucapan. (han)







