CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASNUSANTARA

Diskusi Buku #66 Temu Sejarah : Teroka Jakarta dari Catatan Awal Portugis

Tiwi Kasavela
22 Mei 2025
Diskusi Buku #66 Temu Sejarah : Teroka Jakarta dari Catatan Awal Portugis

Diskusi Buku #66 Temu Sejarah : Teroka Jakarta dari Catatan Awal Portugis. (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM– Lima tahun sebelum nama Jakarta dikenal dunia, tepatnya pada 21 Agustus 1522, sebuah peristiwa penting terjadi di pelabuhan Sunda Kalapa. Seorang kapten Portugis dari Malaka menandatangani perjanjian dengan Kerajaan Pajajaran. Peristiwa ini menjadi salah satu tonggak awal terbentuknya sejarah Jakarta, jauh sebelum era kolonial Batavia.

Apa sebenarnya yang terjadi pada masa itu? Bagaimana perjanjian antara dua kekuatan berbeda ini tercatat dalam dokumen kuno? Dan mengapa sejarah awal Jakarta tak sesederhana kisah penjajahan?

Baca juga:   Selamat! Asep N. Mulyana Terima Gelar Professor Honoris Causa dari UPI

Pertanyaan-pertanyaan inilah yang akan dikupas dalam Diskusi Buku #66 Temu Sejarah, yang mengangkat karya monumental The Earliest Portuguese Source for the History of Jakarta oleh A. Heuken. Diskusi ini akan dikupas oleh Bukhori Masruri, seorang pegiat sejarah yang akan menelusuri sumber-sumber primer seperti dokumen notaris dan peta abad ke-16.

Acara ini akan berlangsung:
Kamis, 22 Mei 2025
Pukul 20.00–21.30 WIB
Via Zoom (Gratis & Terbuka untuk Umum)

Baca juga:   Temu Sejarah Hadirkan “Mei Merah 1998”: Luka Perempuan dalam Bara Reformasi

Diskusi ini menjadi ajakan untuk menyelam lebih dalam ke ingatan kolektif kota Jakarta—dari Sunda Kalapa, perjanjian dagang, hingga bayang-bayang kolonialisme. Melalui sumber Portugis yang jarang diungkap, kita diajak memahami bahwa sejarah Jakarta tidak hanya milik penjajah, tetapi juga jejak panjang diplomasi dan perlawanan lokal.

Pendaftaran melalui WhatsApp: 0895 3572 55688 Format: Daftar-Diskusi Buku #66-Nama-Domisili

Baca juga:   Temu Sejarah Ajak Publik Menyongsong 100 Tahun Indonesia Lewat Diskusi Buku

Ikuti juga informasi terbaru melalui akun Instagram @temusejarah.

Temu Sejarah mengajak kamu menjelajahi kembali kisah-kisah yang nyaris terlupa. Sampai berjumpa Kamis malam nanti! (tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Tiwi Kasavela
Tags: Diskusi BukuTemu Sejarah


Related Posts

Malia Nur Alifa: Menyingkap Tabir Lembang Melalui Kepingan Sejarah yang Terlupakan
PASBANDUNG

Malia Nur Alifa: Menyingkap Tabir Lembang Melalui Kepingan Sejarah yang Terlupakan

16 April 2026
Mengulik Bandung Awal Revolusi 1945–1946, Kisah Kota di Titik Genting Kemerdekaan
PASBANDUNG

Mengulik Bandung Awal Revolusi 1945–1946, Kisah Kota di Titik Genting Kemerdekaan

13 Maret 2026
Cinta, Kopi, dan Kekuasaan: Kisah Tragis Apun Gencay dalam Sejarah Cianjur
PASJABAR

Cinta, Kopi, dan Kekuasaan: Kisah Tragis Apun Gencay dalam Sejarah Cianjur

5 Maret 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.