CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Elon Musk Mundur dari Posisi Pejabat Khusus Pemerintah Trump

Hanna Hanifah
29 Mei 2025
elon musk

Miliarder Elon Musk mendengarkan Presiden Donald Trump selama rapat Kabinet di Gedung Putih pada 24 Maret 2025. (foto: washingtonpost.com)

Share on FacebookShare on Twitter

WWW.PASJABAR.COM – Bos Tesla dan SpaceX, Elon Musk, resmi mengundurkan diri dari pemerintahan Presiden Donald Trump pada Rabu (28/5/2025) malam waktu setempat.

Ia mengakhiri masa tugas 130 hari sebagai pejabat khusus di Departemen Efisiensi Pemerintahan (DOGE). Yang dibentuk untuk memangkas anggaran dan menyederhanakan birokrasi federal.

Pengunduran diri Musk terjadi secara tiba-tiba tanpa pertemuan langsung dengan Presiden Trump. Keputusan tersebut disebut diambil di tingkat staf senior Gedung Putih.

Seorang pejabat, yang enggan disebutkan namanya, mengonfirmasi bahwa proses offboarding Musk akan dimulai malam itu juga.

Sebelumnya, melalui platform media sosial X, Musk menulis bahwa masa tugasnya sebagai pejabat khusus pemerintah memang telah dijadwalkan berakhir.

Namun, kepergiannya terjadi hanya sehari setelah ia secara terbuka mengkritik Rancangan Undang-Undang (RUU) pajak andalan Trump — yang disebut One Big Beautiful Bill — karena dinilai terlalu mahal dan justru memperlebar defisit anggaran.

Baca juga:   Hindari Melalui Jalan Ini Malam Besok, Diprediksi Ada Konvoi Bobotoh

“Saya kecewa melihat RUU anggaran dan pajak baru itu malah memperlebar defisit. Bukan memperkecilnya, dan ini merusak kerja keras tim DOGE,” ujar Musk dalam wawancara dengan CBS News.

Pernyataan Musk tersebut memicu kemarahan sejumlah pejabat Gedung Putih, termasuk Deputi Kepala Staf Stephen Miller.

Bahkan, tim Trump dikabarkan harus menghubungi senator Partai Republik. Untuk memastikan bahwa presiden tetap mendukung RUU tersebut.

Awal Masa Jabatan

Di awal masa jabatannya, Elon Musk tampil mencolok sebagai simbol antitesis birokrasi.

Dalam Konferensi Aksi Politik Konservatif (CPAC) pada Februari lalu, ia sempat mengacungkan gergaji mesin berwarna merah metalik seraya berseru, “Ini gergaji untuk birokrasi!” disambut sorak-sorai para pendukung konservatif.

Baca juga:   AI Grok 4 Rilis, Dinilai Refleksi Pandangan Elon Musk Saja

DOGE, lembaga efisiensi pemerintahan yang ia pimpin, mengklaim telah memangkas hampir 12 persen. Dari total 2,3 juta pegawai sipil federal — setara dengan 260.000 orang — lewat kombinasi ancaman pemecatan, program pensiun dini, dan kompensasi khusus.

Namun, gaya kepemimpinan Musk yang agresif menuai resistensi dari sejumlah menteri kabinet.

Ia sempat berselisih dengan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Perhubungan Sean Duffy, dan Menteri Keuangan Scott Bessent.

Bahkan ia menyebut Penasihat Dagang Gedung Putih Peter Navarro sebagai “bodoh seperti karung batu”. Komentar yang kemudian ditanggapi ringan oleh Navarro: “Saya pernah dibilang lebih buruk dari itu.”

Secara terbuka, Musk mengaku frustrasi menghadapi rumitnya birokrasi di Washington.

“Saya pikir masalahnya besar, tapi ternyata jauh lebih parah dari yang saya bayangkan,” kata Musk kepada The Washington Post.

Bisnis Menurunelon musk

Pengunduran dirinya juga terjadi di tengah kemunduran bisnis Tesla yang mengalami penurunan laba hingga 71 persen. Dan penurunan penjualan dua digit pada kuartal pertama 2025.

Baca juga:   xAI Luncurkan Fitur Teman AI di Grok, Picu Pro-Kontra Etika

Banyak analis mengaitkan performa buruk tersebut dengan peran politik Elon Musk yang dianggap kontroversial.

Ke depan, DOGE dikabarkan akan tetap dilanjutkan tanpa Musk. Sementara itu, Musk menyatakan akan kembali memfokuskan diri pada perusahaan-perusahaannya. Termasuk peluncuran mobil otonom penuh Tesla dan uji coba roket Starship milik SpaceX.

Meski sempat menjadi donatur terbesar untuk kampanye Trump pada 2024 dengan sumbangan hampir US$300 juta, Musk menyiratkan akan mengurangi aktivitas politiknya.

“Saya pikir saya sudah cukup banyak berkontribusi,” ujarnya saat hadir di Qatar Economic Forum pekan lalu. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: Departemen Efisiensi PemerintahanDOGEElon MuskPemerintahan TrumpPresiden Donald Trump


Related Posts

grok
HEADLINE

xAI Luncurkan Fitur Teman AI di Grok, Picu Pro-Kontra Etika

15 Juli 2025
grok ai
HEADLINE

AI Grok 4 Rilis, Dinilai Refleksi Pandangan Elon Musk Saja

12 Juli 2025
grok
HEADLINE

Skandal Antisemitisme Guncang Grok AI Jelang Peluncuran Versi Terbaru

9 Juli 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.