CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Rabu, 13 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Jurusan PGSD Harus Ditinjau Ulang, Guru di Jabar Terlalu Banyak

Hanna Hanifah
16 September 2025
Dedi Mulyadi Klarifikasi Gaji

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (foto: tie/Pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi, S.H., M.M., menyoroti persoalan kelebihan lulusan jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar atau PGSD yang tidak seimbang dengan kebutuhan pasar tenaga kerja.

Hal ini ia sampaikan dalam sesi mimbar terbuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) atau Maharaja Pasundan 2025 di Universitas Pasundan (Unpas), Selasa (16/9/2025).

“Problem pendidikan di kita, itu antara kebutuhan pasar dengan lulusan perguruan tingginya tidak match. Jurusan yang sudah over masih diproduksi, jurusan yang tidak ada malah tidak ada orangnya. Itu yang harus segera dibenahi agar tenaga Indonesia mampu menjawab tantangan pasar,” kata Dedi.

Baca juga:   Gubernur Jabar Tegaskan Pajak Kendaraan Listrik Tetap Diberlakukan

Menurutnya, jumlah lulusan jurusan keguruan PGSD yang terus bertambah ini bisa menimbulkan penumpukan jika tidak diatur dengan baik.

“Sekarang kebutuhan guru itu berapa harus jelas. Dari database lulusan pendidikan tinggi keguruannya ada berapa. Kalau hari ini kita angkat P3K sebagai solusi dari menumpuknya tenaga honorer, maka periode berikutnya lulusan PGSD mau ditampung di mana? Itu yang harus kita pikirkan,” ujarnya.

Baca juga:   Gapura Pancawaluya & Barak Militer Meruntuhkan Logika Rocky Gerung

Respon dari Rektor Unpas

Rektor Unpas Prof. Dr. H. Azhar Affandi, S.E., M.Sc., merespons hal tersebut dengan menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam merancang kurikulum yang lebih spesifik.

“Kami ingin merancang kurikulum dan program studi yang lebih adaptif dengan kebutuhan pemerintah dan pasar. Jadi kita tidak hanya menghasilkan lulusan yang menumpuk di satu bidang, tapi lulusan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan,” tegasnya.

Baca juga:   Mendikbudristek : Skripsi Tidak Wajib, Tesis dan Disertasi Tidak Perlu Masuk Jurnal

Ia menambahkan, Unpas akan terus berinovasi dalam pengembangan program studi.

“Misalnya ada program studi teknik apa, bisnis apa, yang dikembangkan lebih segar dan relevan. Ke depan Unpas harus lebih maju dengan kurikulum yang komprehensif dan integratif, agar lulusan tidak hanya siap kerja tetapi juga strategis dalam pembangunan bangsa,” pungkasnya. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: Dedi Mulyadigubernur jawa baratjurusan PGSDlulusan jurusan PGSD


Related Posts

Sekolah Maung
HEADLINE

19 Sekolah di Jawa Barat Resmi Jadi Sekolah Maung 2026, Diterapkan di Tahun Ajaran Baru

7 Mei 2026
kecelakaan kereta bekasi timur
HEADLINE

Dedi Mulyadi Tanggung Biaya Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

28 April 2026
Gaji Guru Honorer
HEADLINE

Gaji Guru Honorer Tertahan di Jabar, 3.823 Tenaga Pendidikan Belum Dibayar

25 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.