CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Infeksi Amoeba Pemakan Otak Kembali Tewaskan Anak di Kerala

Hanna Hanifah
22 September 2025
amoeba pemakan otak

ilustrasi. (foto: istockphoto)

Share on FacebookShare on Twitter

WWW.PASJABAR.COM – Seorang gadis berusia sembilan tahun dari Thamrassery, distrik Kozhikode, Kerala, dilaporkan meninggal dunia akibat infeksi langka Naegleria fowleri, amuba yang kerap dijuluki “amoeba pemakan otak”.

Penyakit ini menyebabkan peradangan parah pada otak yang dikenal sebagai meningoensefalitis amuba primer (PAM).

Menurut laporan Times of India, Sabtu (20/9/2025), kasus ini merupakan yang keempat di distrik Kozhikode sepanjang tahun ini.

Sebelumnya, penyakit serupa telah merenggut nyawa bayi berusia tiga bulan, sementara seorang pasien lain masih menjalani perawatan intensif.

Penyebab dan Risiko Penularan

Naegleria fowleri merupakan amuba hidup bebas yang lazim ditemukan di air tawar hangat maupun tanah.

Baca juga:   Inflasi Jawa Barat Desember 2024 Capai 0,35%, Sukabumi Tertinggi

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menjelaskan bahwa amuba ini masuk ke tubuh manusia melalui hidung ketika berenang atau mandi di perairan yang terkontaminasi, seperti danau atau kolam.

Dari hidung, amuba menyerang saraf penciuman, kemudian menuju otak, menghancurkan jaringan, dan memicu pembengkakan. Meski begitu, CDC menegaskan infeksi tidak menular melalui air minum, serta tidak dapat menular antar-manusia.

Faktor risiko tertinggi adalah aktivitas berenang di air tawar hangat atau penggunaan air keran yang tidak disterilkan untuk membersihkan hidung.

Gejala dan Tingkat Kematian Tinggi

Gejala infeksi biasanya muncul tiga hingga tujuh hari setelah terpapar, berupa demam, sakit kepala, muntah, kebingungan, kejang, halusinasi, hingga perubahan kemampuan penciuman dan perasa.

Baca juga:   STY Minta Pemain Indonesia Habis-habisan Lawan Filipina

CDC mencatat penyakit ini berkembang sangat cepat. Kematian umumnya terjadi dalam waktu lima hari sejak gejala muncul, dengan rentang waktu 1–18 hari.

Tingkat kelangsungan hidup penderitanya sangat rendah, menjadikannya salah satu penyakit menular paling mematikan di dunia.

Dugaan Penyebab Lonjakan Kasus

Pakar kesehatan masyarakat Kerala menyebut peningkatan laporan kasus PAM tahun ini kemungkinan dipicu oleh perubahan iklim, polusi, serta intensitas hujan deras yang memengaruhi kondisi air.

Selain itu, meningkatnya pengujian medis untuk sindrom ensefalitis akut membuat kasus lebih cepat terdeteksi.

Baca juga:   FMPP Jabar Pinta Tindak Tegas Sekolah yang Tahan Kartu UTS Siswa

Departemen Kesehatan Kerala kini telah menetapkan protokol khusus dan prosedur penanganan darurat untuk kasus dugaan infeksi Naegleria fowleri.

Anjuran Pencegahan

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk menghindari berenang di perairan tawar hangat yang tergenang, terutama setelah hujan lebat.

Untuk keperluan membersihkan atau mengirigasi hidung, masyarakat disarankan hanya menggunakan air yang sudah disaring atau disterilkan.

Kasus infeksi amoeba pemakan otak terbaru ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman penyakit langka namun mematikan, yang semakin sering muncul seiring perubahan iklim global. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: amoeba pemakan otakinfeksi langkaNaegleria fowleri


Related Posts

No Content Available

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.