CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Rabu, 13 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Puluhan Siswa SMPN 1 Cisarua Keracunan Makanan Bergizi Gratis

Uby
14 Oktober 2025
SMPN 1 Cisarua

Puluhan pelajar di SMPN 1 Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, mengalami keracunan makanan massal usai santap MBG pada Selasa (14/10/2025). (foto: uby/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG BARAT, WWW.PASJABAR.COM — Puluhan pelajar di SMPN 1 Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, mengalami keracunan makanan massal pada Selasa (14/10/2025). Kejadian ini diduga terjadi setelah para siswa mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan oleh pihak sekolah.

Sejumlah mobil ambulans terlihat hilir-mudik di halaman sekolah untuk mengevakuasi para siswa yang mengalami gejala keracunan, seperti sakit perut, mual, dan pusing. Suasana panik pun sempat terjadi di lingkungan sekolah, baik di kalangan guru maupun orang tua murid.

Baca juga:   2022, Tarif Listik Golongan Ini Bakal Dapat Penyesuaian

Siswa dengan gejala ringan hingga sedang mendapatkan perawatan di aula sekolah oleh tim medis, sementara mereka yang mengalami gejala berat segera dibawa ke klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Salah satu orang tua murid, Ratna, mengaku anaknya mengalami sakit perut, pusing, dan mual setelah menyantap MBG yang disediakan sekolah.

“Menu makanannya nasi, ayam, sayur wortel, dan tahu. Setelah makan itu, anak saya langsung mengeluh sakit perut dan mual. Saya benar-benar trauma melihat anak saya kesakitan,” ungkapnya.

Baca juga:   Sekilas Paguyuban Pasundan: 9 (Sembilan) Rahasia Gemilang (2)

Sementara itu, operator SMPN 1 Cisarua, Muhammad Fahmi, mengatakan ada kejanggalan pada salah satu bahan makanan yang disajikan.

“Ada yang aneh dari daging ayamnya, seperti bau tidak sedap. Setelah banyak siswa mengalami gejala keracunan, pembagian MBG langsung kami hentikan agar tidak menyebar ke siswa lain,” jelasnya.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, tim Inafis Polres Cimahi langsung mendatangi lokasi untuk mengambil sampel makanan yang dikonsumsi siswa. Sampel tersebut akan diperiksa guna mengetahui penyebab pasti keracunan.

Baca juga:   Gubernur Jabar Undang BGN Bahas Kasus Keracunan MBG

Pasca-insiden ini, pihak sekolah memutuskan memulangkan seluruh siswa lebih cepat dari biasanya. Hingga saat ini, kasus dugaan keracunan massal akibat program makanan bergizi gratis itu masih dalam penyelidikan pihak Polres Cimahi. (uby)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: Kasus Keracunan MBGKeracunan Makanan Bergizi Gratiskeracunan mbgSMPN 1 Cisarua


Related Posts

keracunan mbg cimahi
HEADLINE

Puluhan Pelajar Cimahi Diduga Keracunan Usai Konsumsi MBG

26 Februari 2026
keracunan MBG
HEADLINE

Puluhan Sekolah di Cisarua Terdampak Keracunan Massal Program MBG

15 Oktober 2025
Keracunan Massal di Cisarua
HEADLINE

Korban Keracunan Massal di Cisarua Bandung Barat Terus Bertambah

15 Oktober 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.