WWW.PASJABAR.COM — Ahli bedah saraf otak dan tulang belakang di Rumah Sakit Max Super Spesialis, Vaishali, India, Dr. Gaurav Batra, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai sejumlah kebiasaan sehari-hari yang dapat merusak tulang belakang tanpa disadari.
Dalam wawancaranya dari Hindustan Times, Rabu (15/10/2025), dilansir dari Antara, Batra menyebut ada enam kebiasaan umum yang sering dilakukan banyak orang dan berpotensi mengganggu kestabilan tulang belakang.
“Sakit punggung juga akan terakumulasi secara perlahan dan akan semakin parah. Sebagian besar stres yang diperoleh dari postur tubuh, ergonomi, dan kebiasaan dapat dihindari dengan lebih waspada,” kata Dr. Batra.
Ia menekankan, penyesuaian kecil dalam cara duduk, bergerak, dan tidur dapat memberikan perbedaan besar untuk menjaga tulang belakang tetap sehat dan bebas nyeri.
Duduk Terlalu Lama
Kebiasaan duduk dalam waktu lama, terutama dengan punggung melengkung dan leher membungkuk, memberikan tekanan berlebih pada punggung bagian bawah.
“Ketegangan yang konstan dapat menghambat nutrisi pada diskus tulang belakang dan mempercepat keausan,” jelas Batra.
Akibatnya, seseorang bisa mengalami kekakuan punggung, kelelahan, hingga prolaps diskus (penonjolan bantalan tulang belakang).
Ia menyarankan untuk menggunakan penyangga punggung bagian bawah, menempatkan layar sejajar dengan mata, serta berdiri atau berjalan setiap satu jam untuk mengendurkan otot.
Penggunaan Ponsel Berlebihan
Kebiasaan menunduk saat menggunakan ponsel untuk waktu lama bisa melipatgandakan beban pada tulang leher hingga ratusan kali lipat. Kondisi ini dikenal dengan istilah tech neck.
“Tekanan tersebut dapat menyebabkan nyeri leher, bahu kaku, dan spondilosis servikal prematur,” ujarnya.
Untuk menghindarinya, Batra menyarankan memegang ponsel sejajar dengan mata menggunakan dua tangan, dan melakukan peregangan ringan pada leher secara berkala.
Gaya Hidup yang Kurang Gerak
Kurangnya aktivitas fisik juga menjadi penyebab utama melemahnya otot penstabil tulang belakang, seperti otot ekstensor dan otot inti punggung.
Akibatnya, beban mekanis yang seharusnya ditopang oleh otot menjadi bertumpu pada ligamen dan cakram, yang dapat menyebabkan nyeri punggung bawah kronis dan postur tubuh memburuk.
Dr. Batra merekomendasikan peregangan, latihan penguatan otot, serta berjalan cepat secara teratur untuk menjaga daya tahan tulang belakang.
Mengangkat Benda dengan Cara yang Salah
Membungkukkan pinggang saat mengangkat benda berat dapat memberikan tekanan ekstrem pada punggung bawah. Hal ini berisiko menimbulkan cedera cakram atau kejang otot mendadak.
“Selalu tekuk lutut dan pinggul, jaga agar benda tetap dekat dengan tubuh, dan jangan memutar badan saat mengangkat,” ujar Batra mengingatkan.
Menggunakan Kasur yang Rusak
Kasur yang terlalu empuk atau kendur bisa mengganggu kesejajaran alami tulang belakang dan membuat otot punggung meregang berlebihan saat tidur.
Untuk menjaga kesehatan tulang, disarankan menggunakan kasur berjenis medium-firm yang mampu menopang tubuh secara seimbang.
Tidur Tengkurap
Tidur dengan posisi tengkurap juga tidak disarankan karena dapat menarik leher dan punggung bawah secara berlebihan, sehingga menimbulkan nyeri.
Batra menyarankan tidur miring dengan bantal di antara lutut, guna menjaga kesejajaran alami tulang belakang saat beristirahat.
Lebih lanjut, Dr. Batra menegaskan bahwa tulang ini merupakan fondasi utama tubuh manusia. Bagian ini bertanggung jawab atas sebagian besar gerakan dan menopang seluruh struktur tubuh.
“Menjaga kesehatan tulang belakang sangat penting, karena merupakan arsitektur tubuh yang menentukan bagaimana kita bergerak dan beraktivitas setiap hari,” tuturnya.
Menurutnya, kesadaran terhadap postur tubuh dan kebiasaan harian adalah langkah pertama untuk mencegah gangguan tulang ini yang bisa berkembang menjadi masalah serius di kemudian hari. (han)




