CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home CAHAYA PASUNDAN

Toleransi dalam Islam

Hanna Hanifah
24 Oktober 2025
akhlak manusia

ilustrasi. (foto: istockphoto)

Share on FacebookShare on Twitter
Ketua Bidang Agama Paguyuban Pasundan, Prof. Dr. H. Ali Anwar, M.Si (foto: pasjabar)

Oleh: Prof. Dr. H. Ali Anwar, M.Si., Ketua Bidang Agama Paguyuban Pasundan (Toleransi dalam Islam, dalam buku Mengenal Kesempurnaan Manusia)

WWW.PASJABAR.COM – Islam merupakan agama yang mengakui keberadaan agama-agama lain dan memberikan hak hidup berdampingan secara damai.

Ajaran Islam menolak fanatisme dan rasialisme, serta menegaskan bahwa kemuliaan seseorang di sisi Allah ditentukan oleh ketakwaannya, bukan oleh suku, ras, atau golongan (QS. al-Hujurat [49]: 13).

Islam hadir sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia, sebagaimana Allah mengutus Nabi Muhammad SAW untuk menebarkan kasih sayang di seluruh alam (QS. al-Anbiya’ [21]: 107).

Dalam praktik kehidupan, nilai toleransi tercermin dalam berbagai aspek kehidupan sosial, ekonomi, maupun hubungan antarumat beragama.

Bentuk-Bentuk Toleransi dalam Kehidupan

Islam mencontohkan berbagai bentuk toleransi yang nyata. Pertama, toleransi dalam muamalah, seperti dalam jual beli, utang piutang, dan hubungan sosial. Allah memerintahkan agar setiap transaksi dilakukan dengan adil, tidak merugikan, serta saling memudahkan (QS. Hud [11]: 85; QS. al-Muthaffifin [83]: 1–6).

Baca juga:   Paguyuban Pasundan Gelar Webinar Membangun Toleransi Meredam Radikalisme

Rasulullah SAW pun bersabda, “Allah merahmati seseorang yang toleran dalam menjual, membeli, dan menagih.” (HR. al-Bukhari).

Kedua, toleransi dalam ilmu, yakni menyampaikan ilmu kepada siapa pun tanpa memandang latar belakang. Ilmu dalam Islam adalah amanah yang harus disebarluaskan demi kemaslahatan bersama.

Ketiga, toleransi dalam menjaga kehormatan dan kesabaran. Nabi SAW mengajarkan untuk memaafkan kesalahan orang lain dan tidak membalas keburukan dengan keburukan.

Kisah Abu Bakar ash-Shiddiq yang memaafkan kerabatnya setelah ditegur oleh wahyu (QS. an-Nur [24]: 22) menjadi teladan agung tentang kelapangan dada.

Baca juga:   Toleransi (Akhlak dalam Kehidupan Beragama)

Selain itu, kesabaran juga menjadi wujud toleransi yang tinggi. Allah menegaskan bahwa kelembutan dan sikap pemaaf adalah bagian dari rahmat-Nya (QS. Ali Imran [3]: 159).

Prinsip Toleransi dalam Beragama

Islam meletakkan dasar-dasar toleransi dalam hubungan antarumat beragama. Pertama, tidak ada paksaan dalam beragama. Keimanan harus lahir dari kesadaran, bukan paksaan (QS. al-Baqarah [2]: 256).

Kedua, kebebasan memilih keyakinan. Allah memberi manusia kebebasan untuk beriman atau kafir, dan setiap pilihan memiliki konsekuensi (QS. al-Kahfi [18]: 29).

Ketiga, kerja sama dengan pemeluk agama lain dalam kebaikan. Islam tidak melarang umatnya untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang yang berbeda keyakinan, selama tidak memerangi umat Islam (QS. al-Mumtahanah [60]: 8).

Baca juga:   Prinsip Toleransi dalam Al-Quran

Keempat, mengakui keragaman sebagai sunnatullah. Allah menciptakan manusia dengan beragam bangsa, suku, dan bahasa agar saling mengenal, bukan bermusuhan (QS. Yunus [10]: 99).

Hikmah dari Sikap Toleransi

Toleransi membawa banyak hikmah dalam kehidupan. Nabi SAW bersabda bahwa orang yang memudahkan urusan orang lain akan diampuni dan dirahmati Allah (HR. al-Bukhari).

Sikap toleransi juga menjadi penyelamat dari ketakutan pada Hari Kiamat bagi mereka yang memberi tangguh kepada orang yang kesulitan (HR. Muslim).

Dengan demikian, toleransi dalam Islam bukan sekadar sikap sosial, melainkan bagian dari akidah dan akhlak seorang Muslim. Ia menjadi prinsip hidup yang mampu memperkaya pengalaman, menumbuhkan kedamaian, dan memajukan peradaban umat manusia. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: ToleransiToleransi Islam


Related Posts

Wesley Fofana memakan pisang untuk buka puasa dalam sebuah laga Liga Inggris. (AFP/MICHAEL STEELE)
HEADLINE

Ramadan Breaks di Premier League: Liga Inggris Kembali Terapkan Aturan Jeda Pertandingan untuk Memberi Kesempatan Pemain Muslim Berbuka Puasa

19 Februari 2026
Toleransi (Akhlak dalam Kehidupan Beragama)
CAHAYA PASUNDAN

Toleransi (Akhlak dalam Kehidupan Beragama)

17 Oktober 2025
toleransi
CAHAYA PASUNDAN

Prinsip Toleransi dalam Al-Quran

30 Agustus 2024

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.