BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa dan alumni yang terdampak bencana banjir bandang di Sumatera Barat.
Salah satu bentuk dukungan paling signifikan adalah pembebasan biaya kuliah bagi seorang mahasiswi korban bencana, serta penyediaan surat pengganti ijazah bagi para alumni yang dokumennya rusak akibat banjir bandang tersebut.
Olivia Yuliana, mahasiswi Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) angkatan 2024, menjadi salah satu korban terdampak paling berat setelah kehilangan kedua orang tua dan dua kakaknya dalam musibah tersebut.
UPI menetapkan kebijakan bantuan komprehensif untuk memastikan pendidikan Olivia tetap berlanjut tanpa hambatan.
Bantuan Komprehensif hingga Lulus dan Dukungan bagi Alumni
Universitas Pendidikan Indonesia menetapkan tiga bentuk bantuan utama untuk Olivia, yakni pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga masa studinya selesai, penyediaan tempat tinggal di Asrama Putri UPI, serta biaya hidup bulanan hingga semester delapan.
Kebijakan ini diberikan sebagai upaya membantu pemulihan psikologis dan menjamin keberlangsungan pendidikannya.
Selain Olivia, UPI mencatat ada tujuh mahasiswa lain yang juga terdampak bencana banjir bandang Sumatera Barat.
Menurut Kepala Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik UPI, Vidi Sukmayadi, bentuk bantuan bagi mahasiswa lain akan disesuaikan dengan tingkat dampak yang dialami. Namun kepastian keringanan biaya kuliah tetap diberikan untuk seluruhnya.
“Setiap mahasiswa memiliki kondisi berbeda. Yang jelas, UPI memastikan mereka tetap mendapatkan dukungan agar tidak terhambat dalam menempuh pendidikan,” ujar Vidi.
Universitas Pendidikan Indonesia juga memberikan perhatian khusus kepada para alumninya yang mengalami kerusakan dokumen pendidikan akibat banjir. Pihak kampus memastikan akan menerbitkan surat pengganti ijazah bagi alumni yang kehilangan atau mengalami kerusakan ijazah.
Kebijakan ini menjadi wujud komitmen UPI dalam mendukung sivitas akademika yang terdampak bencana. Sekaligus memastikan akses pendidikan tetap terjaga bagi seluruh mahasiswa tanpa terkecuali. (uby)






