CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Real Madrid Tumbang di El Clasico: Xabi Alonso Sebut Gelar Piala Super Spanyol Tidak Penting

pri
12 Januari 2026
Xabi Alonso disorot usai Real Madrid kalah beruntun di kandang. (Foto: Getty Images/Denis Doyle)

Xabi Alonso disorot usai Real Madrid kalah beruntun di kandang. (Foto: Getty Images/Denis Doyle)

Share on FacebookShare on Twitter

JEDDAH, WWW.PASJABAR.COM – Kekalahan Real Madrid atas Barcelona dalam laga final Supercopa de Espana 2026 di Stadion King Abdullah Sports City, Senin (12/1/2026) dini hari WIB, menyisakan beragam cerita. Alih-alih meratapi kegagalan timnya secara berlebihan, pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, justru memberikan pernyataan mengejutkan. Xabi mengecilkan signifikansi trofi tersebut di tengah padatnya ambisi kompetisi musim ini, dengan menyebut Piala Super Spanyol Tidak Penting.

Meskipun harus merelakan trofi jatuh ke tangan rival abadi, sang suksesor Carlo Ancelotti ini menegaskan bahwa fokus utama Los Blancos jauh lebih besar daripada sekadar ajang Piala Super yang berlangsung di Arab Saudi tersebut.

Piala Super Spanyol Tidak Penting “Prioritas Terendah” bagi Los Blancos

Dalam sesi jumpa pers pasca-pertandingan, Xabi Alonso tidak menutupi rasa kecewanya, namun ia secara gamblang menyebut bahwa ajang ini berada di urutan terbawah dalam daftar prioritas klub.

Baca juga:   Real Madrid Sempurna! Bekuk Espanyol 2-0, Mbappe Cetak Gol Lagi

“Kami harus segera melupakan hal ini. Ini hanya satu pertandingan, satu kompetisi, dan di antara semua yang kami miliki, ini yang paling tidak penting,” ujar Xabi sebagaimana dikutip dari Marca.

Pernyataan ini dianggap sebagai upaya Xabi untuk melindungi mentalitas para pemainnya agar tidak jatuh dalam tren negatif.

Bagi Xabi, tantangan di La Liga dan Liga Champions jauh lebih krusial. Ia lebih memilih untuk mengambil sisi positif dari perjuangan Vinicius Junior dkk yang telah memberikan perlawanan hingga menit akhir waktu normal.

Drama di Jeddah: Kekurangan Sentuhan Akhir

Jalannya laga El Clasico jilid kedua musim ini memang berlangsung sangat dramatis. Barcelona sempat memimpin melalui Raphinha sebelum drama tiga gol dalam interval waktu yang sangat singkat terjadi di akhir babak pertama.

Baca juga:   Efek Domino Kepindahan Julian Alvarez dari Manchester City ke Atletico Madrid

Vinicius Junior dan pemain muda Gonzalo Garcia sempat memberikan harapan melalui gol-gol penyama kedudukan, namun gol kedua Raphinha pada menit ke-73 menjadi penentu kemenangan Blaugrana.

Xabi menyesalkan bagaimana gol kemenangan lawan tercipta dari sebuah situasi rebound.

“Kami kebobolan dari rebound sehingga skor menjadi 3-2. Saya yakin kami masih punya peluang untuk menyamakan kedudukan, namun kami kekurangan sentuhan akhir untuk memaksakan laga berlanjut ke adu penalti,” keluh sang maestro lini tengah tersebut.

Meskipun unggul jumlah pemain setelah Frenkie de Jong dikartu merah, Madrid gagal memanfaatkan momentum remuntada di sisa waktu.

Dominasi Barcelona sebagai Raja Supercopa

Kekalahan ini menjadi catatan pahit bagi Real Madrid karena merupakan kegagalan kedua beruntun di final Piala Super Spanyol melawan Barcelona.

Baca juga:   Masalah Sampah di Pasar Caringin: Pemkot Bandung Berikan Tenggat 14 Hari

Musim lalu, Madrid bahkan harus menelan pil yang lebih pahit saat dihancurkan 2-5 oleh pasukan Hansi Flick.

Kemenangan ini semakin mengukuhkan posisi Barcelona sebagai raja trofi Supercopa dengan total koleksi 16 gelar.

Real Madrid kini semakin tertinggal jauh di urutan kedua dengan 13 trofi. Meski sejarah mencatat dominasi lawan, Xabi Alonso tetap optimis bahwa perjalanan musim ini masih sangat panjang.

Ia bertekad memulihkan kondisi fisik dan semangat tim untuk menghadapi tantangan besar lainnya di bulan Februari dan Maret mendatang.

Perbandingan Koleksi Gelar Supercopa de Espana

Klub Jumlah Gelar Juara Status
Barcelona 16 Kali Raja Trofi (Juara 2026)
Real Madrid 13 Kali Runner-up (2025 & 2026)
Athletic Bilbao 3 Kali Peringkat Ketiga
Atletico Madrid 2 Kali Peringkat Keempat
Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: barcelonaberita bola SpanyolEl Clasico 2026Hansi FlickRaphinhaReal MadridReal Madrid kalahSupercopa de EspanaXabi Alonso


Related Posts

Pelatih Benfica Jose Mourinho. (Foto: REUTERS/Pedro Nunes)
HEADLINE

Enggan Balik Kucing, Jose Mourinho Beri Jawaban Menohok Soal Rumor Melatih Real Madrid

1 Mei 2026
Jose Mourinho. (Getty)
HEADLINE

Jose Mourinho dan Real Madrid: Nostalgia Berbahaya Florentino Perez di Tengah Krisis

30 April 2026
Foto: Inter via Getty Images/Mattia Pistoia - Inter
HEADLINE

Badai Fisik dan Mental: Alessandro Bastoni Absen di Laga Inter Milan vs Cagliari

17 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.