CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Gerhana Bulan Total Terjadi, Bandung Amati Fase Puncak

Uby
4 Maret 2026
Gerhana Bulan Total

Fenomena langit langka gerhana bulan total atau yang kerap disebut Blood Moon menghiasi langit Indonesia pada Selasa (3//3/2026) sore. (foto: uby/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Fenomena langit langka gerhana bulan total atau yang kerap disebut Blood Moon menghiasi langit Indonesia pada Selasa (3//3/2026) sore.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan peristiwa astronomi tersebut dapat diamati langsung dari berbagai wilayah di Tanah Air, termasuk Kota Bandung.

Gerhana bulan total terjadi akibat fenomena fisika yang dikenal sebagai hamburan Rayleigh. Saat sinar Matahari melewati atmosfer Bumi, gas-gas di atmosfer menghamburkan cahaya dengan panjang gelombang pendek seperti biru dan ungu.

Baca juga:   Umuh Ungkap Rasa Salut pada Wander Luiz

Sementara itu, cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang berwarna merah dan oranye tetap melaju dan diteruskan.

Cahaya merah inilah yang kemudian dipantulkan ke permukaan Bulan dan ditangkap oleh mata manusia, sehingga Bulan tampak kemerahan saat fase totalitas, terutama jika kondisi langit cerah.

Secara ilmiah, gerhana bulan terjadi ketika posisi Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, sehingga bayangan Bumi menutupi permukaan Bulan.

Baca juga:   Kota Bandung Setelah Kemerdekaan RI 1945

Bandung Hanya Bisa Amati Fase Puncak

Secara keseluruhan, durasi gerhana berlangsung cukup panjang, yakni sekitar 5 jam 41 menit. Namun untuk wilayah Kota Bandung, tidak semua fase dapat diamati. Masyarakat hanya dapat menyaksikan fase puncak hingga akhir gerhana bulan total di langit Bandung.

Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu, menyampaikan bahwa fenomena ini merupakan momen yang jarang terjadi dan tidak selalu muncul setiap tahun.

Baca juga:   Jangan Lewatkan! Registrasi IMEI Perangkat di Bea Cukai MPP Kota Bandung

Fenomena gerhana bulan total dengan karakteristik serupa terakhir kali terjadi hampir dua dekade lalu, tepatnya pada 21 Februari 2008. Peristiwa serupa diperkirakan baru akan kembali terjadi pada tahun 2044 mendatang.

BMKG mengimbau masyarakat yang ingin menyaksikan fenomena ini agar memilih lokasi dengan pandangan langit terbuka dan memantau kondisi cuaca setempat agar dapat menikmati momen langka tersebut secara optimal. (uby)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: Blood MoonBMKGgerhana bulan totalGerhana Bulan Total bandung


Related Posts

hujan ringan bmkg
HEADLINE

BMKG Sebut Mayoritas Kota Besar Indonesia Berpotensi Hujan Ringan

6 Mei 2026
BMKG hujan lebat
HEADLINE

BMKG Prakirakan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Landa Indonesia

5 Mei 2026
hujan lebat bmkg
HEADLINE

BMKG Peringatkan Hujan Lebat Disertai Petir di Sejumlah Kota Besar

2 Mei 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.