BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM— Sebuah platform sastra independen bernama OTHER MAPS resmi hadir sebagai ruang baru untuk memperkenalkan sastra Indonesia kepada pembaca internasional. Platform ini diterbitkan dalam bentuk jurnal triwulanan berbahasa Inggris yang berfokus pada karya-karya sastra Indonesia dalam terjemahan.
OTHER MAPS didirikan oleh organisasi penulis IDWRITERS dengan dukungan sejumlah organisasi sastra dan kebudayaan. Berbeda dari banyak program penerjemahan yang digerakkan negara atau lembaga besar, platform ini menempatkan komunitas sastra akar rumput sebagai kekuatan utama dalam memperluas jangkauan sastra Indonesia ke dunia.
Melalui pendekatan yang bersifat independen dan berorientasi komunitas, OTHER MAPS bertujuan membuka peluang lebih luas bagi penulis Indonesia. Upaya ini dilakukan dengan meningkatkan peredaran karya, memperluas jumlah pembaca, serta mendorong keterlibatan kritis terhadap sastra Indonesia di kalangan audiens global.
Pendiriannya berangkat dari keyakinan bahwa sastra tidak sekadar menjadi medium bercerita, tetapi juga membentuk cara manusia melihat dan memahami dunia. Dalam lanskap sastra global, karya-karya yang dianggap penting sering kali ditentukan oleh pusat-pusat kebudayaan mapan dan bahasa-bahasa dominan.
Situasi tersebut, menurut pengelola OTHER MAPS, kerap membuat banyak suara dari wilayah lain menjadi terpinggirkan. Karena itu, platform ini berupaya menantang asumsi tersebut dengan menghadirkan “peta sastra” yang tidak berpusat pada satu otoritas budaya tertentu.
Nama OTHER MAPS sendiri mencerminkan komitmen untuk menghadirkan geografi sastra alternatif—yakni tulisan-tulisan yang lahir dari tempat, bahasa, dan pengalaman yang sering kali berada di luar arus utama sastra dunia. Tujuannya bukan sekadar memperbaiki peta yang sudah ada, melainkan menciptakan peta-peta baru yang lebih beragam.
Dalam kerangka ini, penerjemahan dipandang bukan hanya sebagai proses teknis memindahkan bahasa, melainkan sebagai cara untuk menata ulang arah pandang pembaca. Dengan menerjemahkan karya sastra Indonesia ke dalam bahasa Inggris, OTHER MAPS mengajak pembaca global menjelajahi pengalaman dan sejarah lokal yang sering kali luput dari perhatian dunia internasional.
Di tengah arus homogenisasi budaya global, platform ini menegaskan pentingnya keragaman perspektif serta pengetahuan yang berakar pada konteks lokal. OTHER MAPS juga mengajak pembaca untuk melintasi batas-batas budaya tanpa harus menghapus perbedaan yang ada.
Secara editorial, OTHER MAPS dikelola oleh sejumlah penulis dan editor dari berbagai latar belakang. Dewan kuratornya terdiri dari Damhuri Muhammad, Dena Igusti, Desca Angelianawati, Foggy FF, Hana Anandira, Lita Soerjadinata, dan Valent Mustamin.
Dalam struktur redaksi, Valent Mustamin menjabat sebagai Editor-in-Chief dengan Foggy FF sebagai Managing Editor. Sementara itu, posisi Senior Editors diisi oleh Damhuri Muhammad, Desca Angelianawati, dan Lita Soerjadinata. Hana Anandira bertugas sebagai Translation Editor dan Dena Igusti sebagai Section Editor.
Tim ini juga didukung oleh para penerjemah Chairunnisa Zahra Aisyah dan Tida Wilson, serta tim penyunting bahasa Holly Wilcox-Routledge dan Dakota Sinder. Selain itu, terdapat Ginaya Keisya Rais sebagai Editorial Assistant dan Angela Wittwer sebagai Editorial Designer.
Dengan kolaborasi lintas negara dan disiplin tersebut, OTHER MAPS berharap dapat menjadi jembatan yang mempertemukan sastra Indonesia dengan pembaca dunia secara lebih luas dan berkelanjutan. (*/tiwi)







