BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT Pertamina (Persero) memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji di wilayah Bandung Raya dalam kondisi aman menjelang Lebaran.
Bahkan, ketahanan stok yang sebelumnya berada di kisaran 7 hingga 8 hari kini telah ditingkatkan menjadi lebih dari 10 hari.
Kepastian tersebut disampaikan Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung saat melakukan kunjungan ke Fuel Terminal Bandung Group di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah bersama Pertamina telah melakukan berbagai langkah antisipasi guna menjaga pasokan energi tetap stabil selama periode mudik dan libur Lebaran.
“Ketahanan stok BBM dan elpiji kita tingkatkan dari sebelumnya rata-rata 7 sampai 8 hari menjadi di atas 10 hari untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan,” ujar Yuliot.
Satgas Khusus Disiapkan Pantau Distribusi Energi
Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Taufik Aditiyawarman, mengatakan pihaknya telah membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk memantau distribusi BBM dan elpiji di berbagai daerah.
Menurutnya, satgas tersebut juga bertugas memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kelangkaan agar penyaluran energi dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.
“Kami sudah menyiapkan satgas untuk memastikan distribusi berjalan lancar, sekaligus memetakan daerah-daerah yang rawan agar bisa segera diantisipasi,” kata Taufik.
Di sisi lain, Yuliot menambahkan bahwa secara nasional, rata-rata cadangan energi saat ini berada di kisaran 27 hingga 28 hari. Angka tersebut dinilai cukup aman karena berada di atas ketentuan minimum nasional yang ditetapkan sekitar 21 hari.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah memastikan kebutuhan energi masyarakat. Khususnya di Bandung Raya, dapat terpenuhi dengan baik selama periode Lebaran tanpa gangguan berarti. (uby)







