BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Harga cabai rawit merah di Pasar Panjunan melonjak tajam hingga menembus Rp100 ribu per kilogram pada Jumat (20/3/2026) pagi. Kenaikan ini terjadi satu hari menjelang Hari Raya Idulfitri dan mencapai dua kali lipat dari harga sebelumnya.
Lonjakan harga dipicu oleh terganggunya pasokan dari distributor di Pasar Induk Caringin. Sejumlah pemasok diketahui telah lebih dulu mudik ke kampung halaman, sehingga distribusi bahan pangan ke pasar tradisional mengalami kekosongan.
Kondisi ini terjadi di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat yang berbelanja kebutuhan dapur menjelang Lebaran. Ratusan warga tampak memadati Pasar Panjunan untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan, meskipun harus menghadapi kenaikan harga yang signifikan.
Pasokan Terganggu, Daya Beli Masyarakat Menurun
Selain cabai rawit merah, kenaikan harga di Pasar Panjunan ini juga terjadi pada komoditas lain. Cabai rawit hijau naik dari Rp40 ribu menjadi Rp70 ribu per kilogram.
Bawang merah turut mengalami kenaikan dari Rp40 ribu menjadi Rp45 ribu, sementara bawang putih naik dari Rp36 ribu menjadi Rp42 ribu per kilogram.
Salah seorang pedagang, Yudhi, mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini disebabkan oleh pasokan yang tersendat.
“Pasokan dari pasar induk kosong karena banyak pemasok yang sudah mudik, jadi harga naik drastis,” ujarnya.
Dampak dari kenaikan harga ini langsung dirasakan oleh masyarakat. Daya beli menurun karena harga yang tinggi membuat pembeli mengurangi jumlah belanja. Jika sebelumnya membeli satu kilogram, kini banyak yang hanya membeli setengah kilogram.
Para pedagang berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga bahan pokok di pasaran, terutama menjelang hari besar keagamaan seperti Idulfitri.
Dengan demikian, kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi tanpa harus terbebani lonjakan harga yang terlalu tinggi. (uby)







