CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 11 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Anak Suka Mainan ‘Aneh’, Jangan Negatif Thinking Dulu!

admin
23 Juli 2019
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Para orangtua mungkin akan was-was jika melihat anak gemar dengan mainan ‘tak wajar’. Misalnya anak laki-laki suka bermain boneka atau anak perempuan bermain robot-robotan.

Mungkin orangtua akan berpikir anaknya memiliki kelainan pada identitas gender. Padahal, anak yang gemar dengan mainan ‘tak wajar’ itu belum tentu bermasalah.

“Itu hanya konstruksi sosial. Jadi, seakan-akan kalau perempuan itu harusnya main boneka, kalau anak laki-laki harusnya main robot atau mobil-mobilan,” kata peneliti psikologi gender dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Hani Yuliandrasari, baru-baru ini.

Baca juga:   PROSEAN, Wirausaha dari Mahasiswa UPI untuk Edukasi Anak

Menurutnya, mainan tertentu dianggap maskulin atau feminin karena pandangan yang sudah terbentuk di masyarakat. Padahal, mainan tidak berhubungan dengan maskulinitas atau femininitas anak berdasarkan jenis kelaminnya.

Bahkan, jika sejak kecil anak sudah terbiasa bermain dengan mainan ‘tak wajar’, orangtua tidak perlu gusar. Hal itu tidak akan berdampak pada identitas gender anak hingga dewasa kelak.

“Itu enggak akan ada konsekuensi terhadap identitas gendernya di kemudian hari. Itu hanya masalah interest (minat atau kesukaan) anak aja,” tutur Hani.

Baca juga:   Lawan Sampah Plastik di Laut, ITS Kembangkan Robot Penghancur Sampah

“Kalau ada anak laki-laki suka main boneka, bukan berarti dia identitas gendernya perempuan. Begitu juga sebaliknya,” jelasnya.

Soal kenapa mainan seperti robot atau mobil-mobilan lebih banyak disukai laki-laki, salah satunya karena pengaruh keluarga dan masyarakat. Hal serupa juga terjadi pada anak perempuan yang lebih menyukai boneka atau mainan feminin lainnya.

Iklan produk mainan juga cenderung memberi identitas pada mainan. Misalnya iklan boneka barbie, selama ini lebih diasoisasikan untuk anak perempuan.

Baca juga:   Setelah Penyitaan Aset, Bandung Zoo Buka Seperti Biasa

Hal-hal seperti itu membuat anak-anak seolah tidak punya pilihan dalam urusan mainan. Mereka seolah sudah dicekoki oleh apa yang ada di keluarga dan masyarakat soal maskulinitas dan femininitas mainan.

Jadi, jika anak anda suka mainan ‘tak wajar’, jangan khawatir ya. Itu hanya sebatas kesukaan mereka terhadap mainan, bukan mencerminkan ‘kelainan’ identitas gendernya. (ors)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: anak bermain anehmainan anakpemainan anakrobotrobotik upiuniversitas pendidikanUPI


Related Posts

jalur mandiri 2026
HEADLINE

PTN di Bandung Buka Jalur Mandiri 2026, Ini Kisaran Biaya Mandiri yang Wajib Diketahui

6 April 2026
UPI
HEADLINE

UPI Bebaskan Biaya Kuliah Mahasiswi Korban Banjir Bandang Sumbar

12 Desember 2025
Anggota SA Desak Perubahan Peraturan Pemilihan Rektor UPI
PASBANDUNG

Anggota SA Desak Perubahan Peraturan Pemilihan Rektor UPI

25 April 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.