CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Kenapa Sekolah Tatap Muka Dipaksakan? Ini Kata Kadisdik Jabar

Yatti Chahyati
2 September 2020
Kenapa Sekolah Tatap Muka Dipaksakan? Ini Kata Kadisdik Jabar

ilustrasi (pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Sejumlah sekolah di Jawa Barat sudah menggelar kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Artinya, guru dan siswa kembali hadir di kelas.

Kondisi ini cenderung dipaksakan di tengah pandemi COVID-19 yang belum berakhir. Sebab, risiko penularan COVID-19 tetap terbuka meski protokol kesehatan dijalankan.

Lalu, kenapa sekolah tatap muka dipaksakan? Menurut Kadisdik Jawa Barat Dedi Supandi, sekolah tatap muka tidak dilakukan di semua sekolah. Bahkan, mayoritas justru masih memberlakukan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Baca juga:   NYFW Larang Penggunaan Bulu Hewan Mulai September 2026

Pemprov Jawa Barat sendiri hanya memiliki kewenangan untuk sekolah tingkat SMA dan sederajat. Izin untuk menggelar kegiatan belajar tatap muka pun hanya diberikan untuk sekolah yang masuk kategori hijau atau bebas COVID-19.

“Untuk sekolah tatap muka itu kita lakukan di zona hijau kecamatan, ada 228 zona hijau (di Jawa Barat),” ujar Dedi.

Dari 228 zona hijau itu, verifikasi dilakukan. Sehingga, total hanya ada 71 sekolah yang bisa mengajukan izin menggelar kegiatan belajar tatap muka.

Baca juga:   Donna Agnesia Positif COVID-19

“Dari 71 sekolah ini, teman-teman di cabang dinas dan pengawas mengajukan kembali (izin menggelar sekolah tatap muka) kepada gugus tugas. Dari 71 sekolah ini, ada yang sudah diizinkan, tapi ada juga yang belum dapat izin dari gugus tugas,” ungkapnya.

Ia sendiri belum tahu persis berapa sekolah yang menjalankan tatap muka di Jawa Barat. Namun, ia menegaskan izin tak bisa didapat dengan mudah. Sebab, ada berbagai indikator yang jadi penentu pemberian izin selain penerapan protokol kesehatan, termasuk mempertimbangkan akses internet.

Baca juga:   Pendapatan Pajak Kota Bandung Turun Karena Covid-19

“Insya Allah akan kita pantau terus karena indikatornya sangat ketat. Bukan hanya karena zona hijau, tapi kita juga membuka sekolah tatap muka di sekolah yang punya konektivitas (internet) rendah,” tandas Dedi. (ors)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: COVID-19disdik jabarsekolahtatap muka


Related Posts

Kecurangan TKA
Uncategorized

TKA SMP 2026 Dijaga Ketat, Sistem Anti Kecurangan Berlapis Jadi Sorotan

6 April 2026
Pelajar Kota Bandung
Uncategorized

Hampir 50 Persen Pelajar di Bandung Alami Gangguan Mental

8 Februari 2026
SMA Terbuka
HEADLINE

Disdik Jabar Evaluasi Program SMA Terbuka, Tingkatkan Akses Pendidikan

13 November 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.