CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASPENDIDIKAN

Bisa Dicoba, Trik Jitu Tembus Beasiswa Dari Para Youtuber

Tiwi Kasavela
8 September 2021
Bisa Dicoba, Trik Jitu Tembus Beasiswa Dari Para Youtuber

Jovial Da Lopez (Youtuber dengan Subscriber 1,1 Juta) dalam Webinar Festival Edutainer. (ist)

Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, WWW.PASJABAR.COM– Beasiswa bisa menjadi kenangan terindah seumur hidup. Oleh karena itu, tak sedikit milenial yang mengejarnya dalam rangka meningkatkan kualitas ilmu yang dimilikinya, ataupun untuk meraih karir yang lebih baik.

Hal ini diungkapkan oleh Jovial da Lopez, Youtuber dengan 1,1 Juta Subscriber yang baru-baru ini meluncurkan “Beasiswa Da Lopez” buatannya sendiri.

Dalam Festival Edutainer yang digelar Campuspedia dan Yayasan Ruangpeduli pada Minggu (6/9/2021).

Jovial hadir bersama sembilan influencer (tokoh populer di media sosial lainnya) untuk berbagi informasi seputar beasiswa dan cara menembusnya.

“Gue sendiri adalah lulusan Fisika Nuklir di Universitas Indonesia, dan pernah belajar teater di Institut Kesenian Jakarta. Disitu gue belajar, sangat menghargai suatu beasiswa karena selain ini benefit finansial, ini bisa jadi suatu hal yang memorabilia – bakal kita ingat seumur hidup,” ungkap Jovial dalam rilis yang diterima PASJABAR

Baca juga:   Bukan Hanya Silaturahmi Rektor Unisba Minta Mahasiswanya Dibebaskan

Perbanyak Portofolio Beasiswa

Strategi pertama dari pemilik kanal Youtube Skinny Indonesia ini, adalah manfaatkan pubikasi sebagai portofolio beasiswa.

Publikasi itu bisa bermacam-macam, mulai dari tulisan, karya ilmiah, hingga konten di media sosial.

“Tidak terkecuali konten Youtube, ini bisa menjadi portofolio. Yang paling penting, adalah kita punya tujuan yang lebih besar (beasiswa), dan jangan menyerah. Jangan berkarya hanya karena followers dan income,” pesan Jovial.

Strategi kedua, adalah konsistensi dalam berkarya. Tak jarang milenial mudah merasa bosan.

Padahal, ketekunan menjadi kunci agar seseorang bisa menguasai suatu bidang, dan nantinya menjadi ahli (expert) serta karyanya dapat terus dinikmati masyarakat.

“Pokoknya sih kalian harus yakin, berani dan konsisten ketika membuat karya, dan perbanyak karya itu. Jangan sampai merasa berkecil hati dan malu dengan karya yang sudah kalian buat. Semua itu butuh proses dari bawah,” tegas Jovial.

Baca juga:   HUT Pemuda Tani 36, Nafara Mahasiswa Unpas Ungkap Peran Pemuda Dalam Industri Agriculture dan Kelautan

Terus Belajar dan Penuhi Persyaratan

Ketika dua strategi diatas sudah dipenuhi, rasa puas diri biasanya akan datang.

Tapi Jovial mengingatkan, bahwa perjalanan masih separuh jalan. Strategi selanjutnya adalah pencari beasiswa harus terus mau belajar. Karena di atas langit, pasti masih ada langit.

“Sebuah karya tidak akan berkembang maksimal jika kalian tidak pernah belajar. Makanya, untuk membuat karya yang luar biasa juga harus disertai dengan proses belajar yang maksimal. Apalagi untuk proses mencari beasiswa yang sangat ketat,” lanjut Jovial.

Niken Ambar, influencer yang mendapat Beasiswa S2 di Malaysia, juga menambahkan seputar pentingnya belajar di bidang-bidang selain keahlian kita dalam rangka mempersiapkan beasiswa.

Misalnya belajar bahasa Inggris, karena sebelum mendaftarkan diri di beasiswa Internasional, calon penerima beasiswa harus mendapatkan nilai IELTS minimal 5,5 atau TOEFL dengan minimal 500.

Baca juga:   Bowo Mahasiswa FEB Unpas Ingin Mampu Bersaing dan Unggul

Syarat-syarat lainnya seperti administrasi, juga menjadi sangat penting. Umumnya, informasi ini sudah bertebaran di internet.

“Syarat seperti ini, perlu dipelajari jauh-jauh hari. Karena kelengkapan data adalah hal paling penting dalam mendaftar beasiswa. Jika data tidak lengkap, maka kesempatan untuk mendapatkan beasiswa akan semakin kecil,” lanjut Niken.

Kemampuan Public Speaking (berbicara di depan publik) juga menjadi tantangan tersendiri. Karena tahapan beasiswa umumnya memiliki sesi wawancara. Dimana calon penerima beasiswa akan ditanya banyak hal oleh penyedia beasiswa maupun oleh pihak kampus dimana mereka akan belajar nantinya.

“Nah, ketika wawancara, teman-teman harus menceritakan tentang kemampuan diri, keinginan kuat untuk belajar, dan itu semua memerlukan public speaking yang bagus. Sehingga saat wawancara apa yang kalian sampaikan bisa dimengerti,” pungkas Niken. (*/tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: beasiswa


Related Posts

LPDP
HEADLINE

LPDP Soroti Polemik Alumni DS Pamer Paspor Asing: Tegaskan Aturan Kontribusi dan Sanksi Pengembalian Dana

21 Februari 2026
beasiswa pancawaluya
HEADLINE

Beasiswa Pancawaluya Jabar Jangkau Lebih dari 9.000 Siswa

14 Februari 2026
IKANO Unpad
HEADLINE

IKANO Unpad Gelar Endowment Fundraising 2025, Dana Abadi untuk Masa Depan Pendidikan

18 Desember 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.