CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Selasa, 12 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

Alkes Produksi Dalam Negeri Sulit Bersaing dengan Produk Luar Negeri, Ini Alasannya

Nurrani Rusmana
13 Juli 2022
Perkumpulan organisasi perusahaan alat-alat kesehatan dan laboratorium resmi di Republik Indonesia (Gakeslab) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar menggelar pameran alkes produksi dalam negeri.

Perkumpulan organisasi perusahaan alat-alat kesehatan dan laboratorium resmi di Republik Indonesia (Gakeslab) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar menggelar pameran alkes produksi dalam negeri. (foto: put/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Alat Kesehatan (Alkes) Produksi dalam negeri harus mampu bersaing dengan alkes dari luar negeri. Karenanya Perkumpulan organisasi perusahaan alat-alat kesehatan dan laboratorium resmi di Republik Indonesia (Gakeslab) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar menggelar pameran alkes produksi dalam negeri.

“Kami menggelar acara ini, untuk memperkenalkan alat kesehatan produksi dalam negeri. Agar produsen alkes dalam negeri bisa maju,” ujar Ketua Gakeslab Indonesia Sugihadi, saat ditemui pameran alat kesehatan produksi dalam negeri yang digelar di Ball Room Apartemen Sudirman, Rabu (13/7/2022).

Sugihadi mengatakan, acara ini merupakan salah satu upaya untuk mendukung program pemerintah pusat untuk mencintai dan menggunakan produksi dalam negeri. Termasuk di antaranya alat kesehatan.

Baca juga:   Korban Gempa di Cibereum Mulai Mengeluh Penyakit Pasca Bencana

Penyebab Produksi Alat Kesehatan Dalam Negeri Sulit Bersaing dengan Produksi Luar Negeri

Menurut Sugandi, alat kesehatan produksi dalam negeri memang cukup sulit bersaing dengan produksi luar negeri, dikarenakan beberapa hal.

“Salah satunya adalah lantaran harga yang memang relatif lebih tinggi, dibanding produksi luar negeri,” terangnya.

Dia menyebut tingginya harga alkes produksi dalam negeri lantaran memang produksi yang masih sedikit.

“Kalau produksi luar negeri, apalagi produksi Cina, mereka bisa memproduksi masal. Sehingga harganya lebih murah,” jelasnya.

Meski demikian, Sugihadi mengatakan ada satu produk alat kesehatan yang sekarang 100 persen disuplai dari dalam negeri yaitu kasur untuk pasien.

“Karenanya kami berharap produsen alkes dalam negeri bisa mensuplai kebutuhan dalam negeri. Akan lebih bagus jika bisa merambah ke luar negeri,” harapnya.

Baca juga:   Waspada, Ratusan Orang Meninggal di Jabar Karena DBD

Disinggung mengenai kualitas, Sugihadi mengatakan, produk lokal tidak kalah dengan produk luar negeri.

“Kan semua ada levelnya, ada tingkatannya. Sehingga, kita tidak bisa memukul rata jika kualitas produk lokal tidak sebaik produk luar negeri,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Nina Susana Dewi mengatakan, pada intinya dinas kesehatan lembaga institusi pemerintahan yang mendukung terkait penggunaan alkes tersebut yang sudah merupakan instruksi presiden.

“Kami akui, kurangnya penggunaan alkes produksi dalam negeri, salah satu penyebabnya adalah kurangnya informasi kepada fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan,” terangnya.

Karenanya, lanjut Nina, pihaknya sangat menyambut baik adanya pameran alat kesehatan Produksi dalam negeri. Bahkan mempertimbangkan untuk lebih banyak acara semacam ini.

Baca juga:   Dinkes Jabar Tingkatkan Kewaspadaan Gangguan Ginjal Akut pada Anak

“Di Jabar ini kan ada 27 kabupaten kota. sehingga jika ada acara semacam ini memang harus ada kolaborasi. Nanti jika akan ada pameran serupa ini, maka mutlak menggandeng pihak lain seperti Gakeslab ini,” terangnya.

Disinggung masalah regulasi yang mengharuskan faksws menggunakan alkes dalam negeri, Nina mengatakan pihaknya tengah mengusahakan.

“Kalau dari regulasi kan sudah ada instruksi presiden. Kami hanya tinggal mengimplementasikannya. Salah satunya dengan mengundang tenaga kesehatan se Jabar ke acara seminar dan pameran semacam ini. Untuk lebih memperkenalkan dan mensosialisasikan penggunaan alkes lokal ini,” paparnya. (put)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: alat kesehatanalkesalkes dalam negeriDinkes JabarGakeslab


Related Posts

kasus campak
PASJABAR

Kasus Campak Meningkat, Dinkes Jabar Gelar ORI di Dua Wilayah

10 April 2026
unpas
PASPENDIDIKAN

Unpas dan Dinkes Jabar Gelar Screening Kesehatan Jiwa Mahasiswa

11 Desember 2025
Kasus Balita Sukabumi
HEADLINE

Kasus Balita Sukabumi, Dinkes Jabar Lakukan Investigasi Menyeluruh

26 Agustus 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.