CIMAHI, WWW.PASJABAR.COM–
Transformasi digital dalam sistem kesehatan terus berkembang pesat, dan media sosial kini menjadi salah satu sumber utama data dalam memahami perilaku masyarakat.
Menyikapi hal tersebut, Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu dan Teknologi Kesehatan (Fitkes) Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) menggelar kuliah pakar bertajuk “Pemanfaatan Data Insight Media Sosial untuk Analisis Perilaku Pasien dan Pengembangan Layanan Kesehatan” pada Selasa (1/7/2025).
Acara ini menghadirkan narasumber terkemuka di bidang Administrasi Kebijakan Kesehatan, Prof. Dr. Drg. Wahyu Sulistiadi, MARS, yang merupakan Guru Besar dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Bertindak sebagai moderator adalah Dr. Ayu Laili Rahmiyati, SKM., MM, Koordinator Mata Kuliah Manajemen Pemasaran Jasa Pelayanan Kesehatan, yang juga sebagai dosen tetap di Fitkes Unjani.
Kuliah pakar yang diselenggarakan secara daring ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kesehatan, dr. Gunawan Irianto, MKes., MARS, dan ditutup oleh Ketua Prodi S1 Kesehatan Masyarakat, Ruhyandi, SKM., MKes.
Dalam paparannya, Prof. Wahyu menekankan bahwa media sosial seperti Twitter, Facebook, Instagram, TikTok, forum daring, hingga ulasan di Google Review, menjadi sumber data penting yang mencerminkan persepsi, kepuasan, serta ekspektasi masyarakat terhadap layanan kesehatan.
“Di era digital, media sosial tidak hanya menjadi ruang berekspresi, tetapi juga cermin dari realitas pelayanan kesehatan. Pasien kini aktif menyuarakan pengalaman mereka secara terbuka. Ini adalah peluang emas bagi manajemen rumah sakit untuk mendengar, belajar, dan berbenah,” ujar Prof. Wahyu.
Ia menjelaskan bahwa data insight dari media sosial dapat dimanfaatkan melalui berbagai pendekatan analisis, mulai dari sentiment analysis, trending topics, geotagging, hingga analisis dampak influencer. Dengan pendekatan ini, institusi kesehatan dapat lebih cepat mendeteksi krisis, menyusun strategi komunikasi yang efektif, serta merancang layanan yang responsif dan personal.
Materi yang dipaparkan juga mencakup metode natural language processing (NLP), social listening, serta visualisasi data dengan dashboard interaktif seperti Power BI dan Google Data Studio.
Prof. Wahyu mencontohkan bagaimana analisis digital dapat mendeteksi lonjakan keluhan pasien mengenai antrian panjang, ruang tunggu yang tidak nyaman, atau pelayanan makanan pasien. Dari data ini, manajemen rumah sakit bisa mengambil langkah cepat berbasis bukti digital.
“Rumah sakit perlu membangun tim digital insight yang bekerja lintas divisi—humas, pelayanan, hingga legal—untuk memastikan data dianalisis dengan benar dan digunakan secara etis,” jelasnya.
Tidak hanya itu, Prof. Wahyu juga menjelaskan bagaimana geotagging dapat diterapkan untuk meningkatkan efektivitas layanan, seperti penjadwalan kunjungan home care, pemetaan distribusi pasien, hingga pelaporan kejadian tidak diinginkan secara real-time berdasarkan lokasi geografis.
Dalam sesi akhir, Prof. Wahyu menegaskan pentingnya menggabungkan digital behavior analysis dengan strategi personalisasi layanan. Misalnya, dengan memberikan notifikasi berbasis lokasi, pengingat minum obat yang disesuaikan perilaku pasien, atau menyediakan fitur reservasi online untuk menghindari antrian panjang.
Membuka Cakrawala Baru dalam Pelayanan Kesehatan
Kuliah ini tidak hanya menjadi ajang transfer ilmu, tetapi juga menjadi pembuka cakrawala baru bagi mahasiswa untuk memahami bahwa pelayanan kesehatan di masa depan tak bisa lagi lepas dari teknologi informasi dan data digital. Kegiatan ini juga memperkuat posisi Prodi Kesehatan Masyarakat Unjani sebagai institusi pendidikan yang adaptif terhadap dinamika zaman dan terus mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis serta solutif.
“Harapan kami, mahasiswa mampu melihat bahwa layanan kesehatan yang baik bukan hanya soal fasilitas fisik, tapi juga soal kepekaan terhadap suara masyarakat, termasuk yang tersuarakan di dunia digital,” pungkas Dr. Ayu sebagai moderator.
Dengan semangat Smart Military University, kegiatan ini menjadi langkah nyata Unjani dalam mencetak tenaga kesehatan masyarakat yang keren, berkarakter, unggul, inovatif, dan berdaya saing di era transformasi digital. (tiwi)







