CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Labkesda Jabar Temukan Bakteri Berbahaya dalam Sampel MBG

Uby
29 September 2025
Sampel MBG

Labkesda Jawa Barat mengungkap hasil pemeriksaan sejumlah sampel makanan dari Program MBG yang diduga menjadi penyebab keracunan massal di beberapa daerah. (foto: uby/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Barat mengungkap hasil pemeriksaan sejumlah sampel makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menjadi penyebab keracunan massal di beberapa daerah.

Dari uji laboratorium, ditemukan adanya bakteri berbahaya seperti Vibrio cholerae, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Bacillus cereus.

Sepanjang tahun 2025, Labkesda Jabar telah memeriksa sedikitnya 208 sampel makanan MBG yang dikirimkan dari 12 dinas kesehatan kabupaten dan kota. Hasil pemeriksaan laboratorium mikrobiologi menunjukkan 72 persen sampel negatif, sementara 23 persen positif mengandung bakteri berbahaya.

Baca juga:   Bacawalkot Kang Arfi Berkomitmen Serap Aspirasi Warga dan Godok Jadi Program Kerja

Adapun pada pemeriksaan laboratorium kimia, 92 persen sampel dinyatakan negatif, sedangkan 8 persen positif, salah satunya mengandung nitrit.

Secara frekuensi, kasus keracunan paling banyak dipicu oleh bakteri Salmonella dan Bacillus cereus. Kabupaten Bandung Barat tercatat sebagai daerah dengan kasus keracunan tertinggi, yang diduga bersumber dari daging serta sayuran terkontaminasi.

“Ada 12 daerah yang terpapar keracunan MBG, di antaranya Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Cianjur, Garut, Sumedang, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Cirebon, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Subang,” ujar Kepala Labkesda Jabar, dr. Ryan Bayusantika Ridtandi.

Baca juga:   Ananta Mahasiswa FH Unpas Optimis Mengembangkan Potensi Diri

Ryan menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap seluruh tahapan distribusi makanan MBG, mulai dari pengadaan, pengolahan, hingga penyimpanan. Menurutnya, pencemaran makanan kuat diduga terjadi akibat proses penyimpanan dan pengolahan yang tidak sesuai standar higienis.

“Kami menyarankan agar juru masak atau penyedia MBG memiliki sertifikasi, supaya kejadian serupa bisa diminimalisir,” tambah Ryan. (uby)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: Keracunan Massal MBGLabkesda Jawa Baratprogram mbgSampel MBG


Related Posts

anggaran peternakan sapi
PASBISNIS

Pemerintah Mengalokasikan 4,8 T di Sektor Peternakan Sapi

15 Januari 2026
Evaluasi SPPG
HEADLINE

Pemprov Jabar Evaluasi 2.500 SPPG Usai Kasus Keracunan Massal

9 Oktober 2025
Satgas MBG
HEADLINE

Cegah Keracunan Massal, Gubernur Jabar Bentuk Satgas Pengawas MBG

1 Oktober 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.